BRMP Sistem Perkuat Tata Kelola Koperasi Petani dari Pelatihan Master Plan & Business Model Canvas
Sukamandi, 9 Juli 2026 – Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Rencana Bisnis Korporasi Petani dalam rangka mendukung implementasi Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE). Kegiatan berlangsung di BRMP Tanaman Padi, Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dan diikuti oleh penanggung jawab dan anggota sub komponen ICARE, serta narasumber yang kompeten di bidang korporasi petani.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai penyusunan Master Plan Pengembangan Korporasi Petani Agribisnis Padi. Materi menekankan bahwa pengembangan korporasi petani tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi di tingkat budidaya (on farm), tetapi juga harus mampu membangun berbagai unit usaha di sektor hulu dan hilir (off farm) yang dikelola secara profesional oleh koperasi. Konsep ini diarahkan untuk membentuk kelembagaan petani yang lebih kuat, berdaya saing, dan mampu menciptakan nilai tambah melalui pengelolaan bisnis secara kolektif.
Peserta memperoleh pemahaman mengenai tahapan penyusunan Master Plan yang terdiri atas lima komponen utama, yaitu Technical Plan, Business Plan, Institutional Plan, Site Plan, dan Action Plan. Kelima dokumen tersebut disusun secara berurutan sebagai acuan dalam merancang pengembangan kawasan agribisnis padi berbasis korporasi petani, sehingga setiap kegiatan memiliki arah yang jelas, terukur, dan berkelanjutan.
Dalam sesi tersebut juga dijelaskan rancangan pengembangan berbagai unit bisnis koperasi, mulai dari produksi benih padi, penyediaan sarana produksi, layanan permodalan, jasa alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pengelolaan pascapanen. Seluruh unit usaha diharapkan saling terintegrasi sehingga mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, memperkuat kelembagaan koperasi, serta meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan. Peserta juga diajak menyusun rencana kelembagaan, tata letak kawasan usaha, serta rencana aksi yang akan menjadi pedoman implementasi program di masing-masing wilayah.
Selanjutnya, peserta menerima materi Pencatatan Keuangan Bisnis Koperasi sebagai fondasi utama dalam membangun tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan profesional. Narasumber menjelaskan pentingnya pencatatan keuangan dalam mendukung pengambilan keputusan, memudahkan proses audit, penyusunan laporan keuangan, hingga perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU). Peserta juga dikenalkan dengan prinsip dasar pengelolaan keuangan koperasi, yaitu setiap transaksi penerimaan maupun pengeluaran harus didukung bukti transaksi yang sah serta dicatat secara sistematis.
Materi dilanjutkan dengan praktik penyusunan buku kas, jurnal umum, buku besar, neraca saldo, laporan laba rugi, neraca, hingga laporan arus kas. Melalui contoh-contoh transaksi sederhana, peserta memperoleh pemahaman mengenai siklus akuntansi koperasi serta penerapannya dalam kegiatan usaha sehari-hari, sehingga diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan koperasi di daerah masing-masing.
Sebagai penutup, seluruh peserta dibagi ke dalam kelompok untuk menyusun Business Model Canvas sebagai implementasi dari materi yang telah diterima. Setiap kelompok mengidentifikasi sembilan elemen utama Business Model Canvas, yaitu Customer Segments, Value Proposition, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partners, dan Cost Structure. Penyusunan dilakukan berdasarkan potensi dan karakteristik wilayah masing-masing, sehingga menghasilkan rancangan model bisnis koperasi yang realistis, terarah, dan berorientasi pada pengembangan usaha berkelanjutan. Hasil diskusi setiap kelompok kemudian dipresentasikan sebagai bahan masukan bersama untuk penyempurnaan rencana bisnis korporasi petani dalam mendukung keberhasilan Program ICARE di berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sistem berharap seluruh peserta mampu menyusun master plan, menerapkan tata kelola keuangan koperasi yang baik, serta merancang model bisnis yang inovatif dan berkelanjutan. Sinergi antara penguatan kelembagaan, pengelolaan keuangan, dan perencanaan bisnis diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan korporasi petani yang modern, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah pelaksanaan Program ICARE.